BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyiagakan 43 titik Rumah Oksigen yang beroperasi selama 24 jam untuk membantu warga mendapatkan pertolongan awal ketika mengalami gangguan pernapasan di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan layanan tersebut tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu serta sejumlah kelurahan.
“Sebanyak 43 titik Rumah Oksigen tersebut tersebar di 11 puskesmas, puskesmas pembantu, serta sejumlah kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya,” kata Riduan, Jumat, 25 September 2026.
Setiap titik dilengkapi tabung oksigen. Sebagian besar lokasi memiliki dua tabung, sedangkan beberapa titik lainnya tersedia satu tabung.
Pelayanan diberikan tanpa biaya kepada masyarakat.
“Layanan oksigen gratis untuk semua warga Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Untuk menjaga layanan tetap berjalan selama 24 jam, Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga kesehatan dari puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.
Pemkot juga bekerja sama dengan Universitas Eka Harap dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir untuk membantu pelayanan.
Riduan menjelaskan Rumah Oksigen disiapkan sebagai tempat pertolongan awal sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap apabila diperlukan.
“Jika di tengah masyarakat ada yang membutuhkan, mengalami sesak, batuk, pilek, ini salah satu pertolongan pertama yang bisa kita lakukan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Program Rumah Oksigen telah disiapkan sejak Juli 2026 dengan mempertimbangkan ancaman kabut asap serta pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.
Dinas Kesehatan juga terus memantau perkembangan gangguan kesehatan, termasuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, selama kualitas udara memburuk.
Selain Rumah Oksigen, masyarakat dapat menggunakan layanan darurat 112 untuk melaporkan kebakaran maupun meminta bantuan kesehatan.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin sebelumnya meminta warga mengoptimalkan layanan tersebut apabila menemukan titik api, kepulan asap maupun membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.
Call Center 112 dapat diakses tanpa biaya dan digunakan sebagai salah satu kanal respons cepat pemerintah terhadap kejadian karhutla maupun dampaknya terhadap masyarakat.
Pemkot berharap keberadaan Rumah Oksigen dan layanan 112 dapat mempercepat pertolongan bagi warga selama kondisi kabut asap masih berlangsung.









