PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Sebanyak 160 masjid di lima provinsi di Kalimantan terlibat dalam Program Masjid Berdaya yang digelar sejak Juni 2026. Program tersebut memanfaatkan akses internet untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung di lingkungan masjid.

Ke-160 masjid tersebut tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan dalam program ini berupa penyediaan akses internet melalui layanan HiFi Air.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung fungsi masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, bersosialisasi, serta menjalankan kegiatan bersama.

EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto, mengatakan pemanfaatan teknologi di lingkungan masjid diharapkan dapat mendukung kegiatan yang telah berjalan di tengah masyarakat.

“Masjid memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui Masjid Berdaya, kami ingin konektivitas yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan yang telah tumbuh di tengah komunitas, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berbagi pengetahuan,” katanya kepada Borneonews pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi akan semakin berarti apabila dapat digunakan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan membuka peluang melalui akses terhadap informasi.

Dalam pelaksanaannya, konektivitas juga digunakan untuk mendukung kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari sejumlah lokasi. Dengan dukungan internet, jamaah dan komunitas di masjid yang berbeda dapat mengikuti kegiatan secara langsung serta bertukar informasi.

Program tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk daerah perbatasan seperti Malinau dan Nunukan di Kalimantan Utara serta Kapuas Hulu di Kalimantan Barat.

Selain konektivitas, kegiatan yang dijalankan juga mencakup pengenalan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Materi tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Pemanfaatan teknologi antara lain diarahkan untuk mendukung kegiatan belajar, mencari informasi, serta mengolah informasi secara lebih produktif. Dengan demikian, akses internet diharapkan dapat digunakan sesuai kebutuhan komunitas di masing-masing masjid.

Indosat menyatakan pengembangan program selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kegiatan yang berkembang di lingkungan masjid penerima manfaat di lima provinsi tersebut. (TESTI PRISCILLA/j)