BORNEONEWS, Ichinomiya – Mohammad Zaki Ubaidillah sempat menelepon orang tuanya untuk meminta doa sebelum turun pada pertandingan penentuan final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu mengaku tegang karena laga yang akan dijalaninya menentukan apakah Indonesia meraih medali emas atau harus puas dengan hasil berbeda.
“Perasaannya campur aduk, senang juga. Dari awal sudah sempat tegang. Sebelum main, saya sudah telepon orang tua di bench itu. Minta doa dari mereka, karena saya merasa tegang,” kata Ubed di Ichinomiya, Aichi, Jepang.
Ubed turun pada partai kelima menghadapi tunggal putra China Weng Hongyang saat kedudukan kedua tim sama kuat 2-2.
Tekanan besar tersebut mampu ia lewati dengan kemenangan dua gim langsung 23-21, 21-13 dalam pertandingan selama 51 menit.
Hasil itu sekaligus memastikan Indonesia mengalahkan China 3-2 dan merebut medali emas beregu putra.
Ubed mengatakan dukungan rekan satu tim dan pelatih dari pinggir lapangan membantu dirinya bermain lebih lepas pada laga penentuan tersebut.
“Karena ada support juga dari tim di belakang. Pokoknya, saya terus berusaha yang terbaik karena tidak mau mengecewakan tim dan semua yang sudah menonton,” ujarnya.
Ia mengaku mencoba tetap sabar dan menjaga mental ketika menghadapi tekanan, terutama pada gim pertama yang berlangsung ketat hingga skor 23-21.
Setelah mampu merebut gim pembuka, Ubed tampil lebih dominan pada gim kedua dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.
Medali emas dari beregu putra bulu tangkis menjadi emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Hingga hari kelima pertandingan, Indonesia telah mengumpulkan 20 medali yang terdiri atas satu emas, empat perak dan 15 perunggu.
Sehari sebelumnya, tim beregu putri bulu tangkis Indonesia juga menyumbangkan medali perunggu setelah langkah mereka dihentikan China pada semifinal.
Bagi Ubed, kemenangan atas Weng Hongyang tidak hanya memastikan emas, tetapi juga menjadi salah satu pertandingan dengan tekanan terbesar karena ia turun sebagai penentu hasil akhir tim.
ANTARA









