PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Otoritas Jasa Keuangan bersama Bursa Efek Indonesia membekali mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

Edukasi tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mengenal instrumen pasar modal, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta legalitas produk investasi sebelum mengambil keputusan.

Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz mengatakan investasi seharusnya dipahami sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, bukan sekadar cara memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.

“Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Investasi adalah bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang disiplin dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan,” kata Primandanu, Jumat, 25 September 2026.

Menurutnya, semakin dini seseorang memahami cara mengelola keuangan dan investasi dengan bijak, semakin panjang pula waktu yang dimiliki untuk membangun fondasi finansial.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi pasar modal terpadu yang digelar di Pangkalan Bun. Ratusan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan, pasar modal, instrumen investasi serta risiko yang perlu diperhatikan.

Materi juga menekankan pentingnya mengenali investasi ilegal dan berbagai modus penipuan keuangan.

Manajer OJK Kalimantan Tengah Ika Budhi Pratiwi memberikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal.

Sementara Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah Randy Perdana menjelaskan mekanisme pasar modal dan berbagai instrumen investasi yang dapat dipelajari calon investor.

Perwakilan perusahaan sekuritas juga memperkenalkan aplikasi perdagangan saham secara daring serta dasar-dasar analisis saham.

Rektor Universitas Antakusuma Fatchurahman mengatakan mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan sebagai bagian dari bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap kegiatan sekolah pasar modal ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga membahas strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko hingga cara mengenali ciri-ciri investasi ilegal.

OJK berharap pemahaman tersebut dapat membantu mahasiswa lebih berhati-hati dalam memilih produk keuangan dan tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi tanpa memahami risikonya.