BORNEONEWS, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah masih menjadi fokus pemerintah menyusul perkembangan titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
Raja Juli mengatakan, secara umum tren hotspot di enam provinsi prioritas menunjukkan penurunan. Namun, kondisi di sejumlah wilayah Kalimantan masih membutuhkan perhatian dan penanganan intensif.
“Jadi, secara umum, kalau kita lihat tren hotspot di enam provinsi, itu menunjukkan angka yang terus turun. Riau sudah tiga hari ini nol. Jambi kemarin ada enam hotspot, sekarang tinggal satu,” kata Raja Juli sebelum mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Dia menyebut, penurunan titik panas juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Di Sumatera Selatan, hotspot yang sebelumnya tercatat 17 titik turun menjadi 11 titik.
Sementara di Kalimantan Selatan, jumlah titik panas yang sebelumnya mencapai 68 titik disebut turun menjadi 23 titik.
Di sisi lain, berdasarkan data yang disampaikan Raja Juli saat itu, titik panas di Kalimantan Tengah tercatat mengalami peningkatan dari 643 menjadi 673 titik. Kalimantan Barat juga disebut meningkat dari 50 menjadi 167 titik.
Kondisi tersebut membuat pemerintah tetap memberikan perhatian besar terhadap penanganan karhutla di Pulau Kalimantan.
"Saya kira konsentrasi utama kita memang masih di Kalteng dan Kalsel," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla, Raja Juli bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto sebelumnya juga melakukan pemantauan langsung terhadap operasi penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah.
Kementerian Kehutanan bersama BNPB dan tim gabungan mengawal berbagai upaya di lapangan, mulai dari operasi modifikasi cuaca, evaluasi satgas darat hingga pemantauan posko karhutla.
Selain penanganan kebakaran yang sedang berlangsung, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan lahan gambut sebagai langkah mencegah kebakaran berulang.
Pembahasan pengelolaan gambut juga menjadi salah satu agenda pemerintah dengan melibatkan kalangan akademisi untuk memperoleh masukan berbasis kajian mengenai langkah penanganan yang dapat dilakukan dalam jangka panjang.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan sekaligus menekan risiko karhutla, khususnya di daerah yang memiliki kawasan gambut luas seperti Kalimantan Tengah.
ANTARA









