PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Pernyataan Kepala BNPB yang menyebut kehidupan masyarakat di Kalimantan Tengah berjalan normal di tengah kabut asap karhutla mendapat tanggapan dari Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap beraktivitas bukan karena kondisinya baik, melainkan karena kebutuhan hidup yang tidak bisa dihentikan begitu saja.

“Kalau masyarakat masih keluar rumah, masih bekerja, toko masih buka, jangan langsung disimpulkan bahwa kondisinya normal. Masyarakat tetap beraktivitas karena ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Mereka tidak punya pilihan untuk berhenti bekerja begitu saja ketika asap masih menyelimuti wilayah,” ujar Bush Valentino, Jumat 25 September 2026.

Menurutnya, ukuran keberhasilan penanganan karhutla tidak boleh hanya dilihat dari roda ekonomi yang masih berjalan.

“Yang harus dilihat bukan hanya apakah toko buka atau jalan masih ramai. Lihat juga bagaimana masyarakat menghirup udara setiap hari, bagaimana anak-anak, orang tua dan kelompok rentan menghadapi kondisi seperti ini,” tambahnya.

Bush mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk hadir dengan langkah nyata.

“Pemadaman harus diperkuat, kondisi udara harus dipantau secara terbuka, dan masyarakat yang terdampak juga harus mendapatkan perlindungan serta bantuan yang diperlukan,” tegasnya.

Ia juga meminta laporan yang disampaikan kepada pemerintah pusat menggambarkan situasi lapangan secara utuh, tidak hanya dari satu sisi.

“Jangan sampai laporan yang disampaikan hanya melihat kondisi dari satu sisi. Pemerintah membutuhkan data dan gambaran lapangan yang lengkap supaya keputusan yang diambil benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” jelas Bush.

Terakhir, Bush berharap penanganan karhutla dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan karhutla bukan hanya soal api yang dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat yang terdampak mendapatkan perlindungan. Kami berharap semua pihak bergerak bersama dan penanganannya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (PATHUR/Y)