SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kemarau panjang mulai mengubah keseharian warga di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumber air bersih kian terbatas. Di sejumlah tempat, air sungai bahkan mulai terasa asin.

Di tengah kondisi itu, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, mengerahkan bantuan air bersih bagi warga. 

Dalam beberapa pekan terakhir, setidaknya sudah 1.166.900 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat di tiga kecamatan, yakni Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit.

Distribusi tidak hanya menyasar titik-titik yang mudah dijangkau kendaraan besar. Sebanyak 40 armada dikerahkan, terdiri atas 10 truk dan 30 pikap. Porsi kendaraan kecil diperbanyak agar bantuan dapat menjangkau permukiman yang berada jauh di dalam desa.

"Penyaluran kami lakukan dengan lebih banyak menggunakan pikap, agar bisa masuk ke jalan desa yang tidak bisa dilintasi truk," ujar Agustiar, Jumat, 25 September 2026.

Dengan kendaraan pikap, air bersih diantar langsung hingga ke rumah warga. Bantuan juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masjid dan musala. Air ditampung pada tandon yang tersedia di masing-masing lokasi.

Pola distribusi langsung itu dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Tim yang dibentuk Gubernur Kalteng bersama unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turun ke lapangan untuk memastikan air sampai kepada warga yang membutuhkan.

Bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut, bantuan air datang ketika kebutuhan sedang meningkat. Sumber air yang selama ini digunakan warga mulai tidak dapat diandalkan, sementara hujan belum juga turun.

"Air sungai asin, hujan belum turun, jadi ketersediaan air bersih di daerah kami terbatas," ujar warga.

Kondisi itu membuat distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Warga pun menyambut bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas dukungan yang diberikan.

Selain di Kotim, Gubernur Kalteng juga menyalurkan bantuan air bersih di 13 kabupaten dan 1 kota. Penyaluran terus berlangsung hingga saat ini. Demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kalteng 

Bagi warga, persoalannya sederhana, ketika hujan belum datang dan air sungai tak lagi layak digunakan, air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar yang harus tersedia setiap hari. (MUHAMMAD HAMIM/y)