BORNEONEWS, Pulang Pisau – Di tengah perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, tim pemadam Tarantula justru menemukan berkah berupa ikan toman berukuran besar.
Ikan tersebut ditemukan tim saat melakukan pemadaman karhutla di kawasan Rei 1, Kecamatan Kahayan Hilir, Jumat, 25 September 2026.
Ikan-ikan di parit ikut terjebak dan kehabisan air setelah sumber air tersebut digunakan petugas untuk membantu proses pemadaman. Kondisi parit yang semakin mengering membuat ikan, baik berukuran kecil maupun besar, mudah ditemukan.
Di sela-sela proses pemadaman, tim Tarantula kemudian mengambil sejumlah ikan dari parit, termasuk ikan toman berukuran besar.
Camat Kahayan Hilir Endra Setiawan mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak lain dari karhutla yang tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga mengancam habitat satwa.
"Akibat karhutla ini bukan hanya lahan yang terbakar dan masyarakat yang dirugikan karena menghirup asap tebal. Habitat hewan juga ikut terdampak," ujar Endra.
Menurutnya, parit yang selama ini menjadi habitat dan tempat berkembang biak ikan turut mengering. Selain karena musim kemarau, air di sejumlah parit juga dimanfaatkan petugas untuk memadamkan api di lokasi karhutla.
"Dengan kondisi parit yang kering dan airnya digunakan untuk pemadaman, ikan-ikan kehilangan habitatnya," katanya.
Endra menyebut dampak karhutla terhadap lingkungan tidak boleh dianggap sepele. Selain ikan, berbagai satwa yang hidup di sekitar kawasan terbakar juga berpotensi kehilangan habitatnya.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
"Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan karena dampaknya merugikan masyarakat dan lingkungan secara luas," pungkasnya. (RETHA/y)









