BORNEONEWS, Palangka Raya — Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh Kalimantan Tengah sejak bulan September tercatat sangat signifikan. Kabiddokkes Polda Kalteng Kombes Pol. dr. Yusuf Kidingallo menyampaikan bahwa jumlah pasien yang ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara juga meningkat cukup besar seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
“Secara keseluruhan, memang sejak September ini peningkatan ISPA di seluruh Kalimantan Tengah sangat meningkat. Jumlah yang ditangani di Bhayangkara pun banyak sekali bertambah,” ujar dr. Yusuf, Jumat 25 September 2026.
Untuk menjawab kebutuhan oksigen, pihaknya telah menempatkan lima titik layanan rumah oksigen yang tersebar strategis: di Rumah Sakit Bhayangkara, Poliklinik Induk Bidokkes, kawasan Pasar Besar, Dulin Kandang, serta Pal 12.
Selain itu, dua unit ambulans dilengkapi fasilitas oksigen dan beroperasi secara berkeliling menjangkau lokasi-lokasi yang membutuhkan.
“Ambulans ini lebih mobile sekaligus untuk mendukung anggota kami yang siang malam bertugas di lapangan. Setiap hari tabung-tabung oksigen kami habiskan untuk kebutuhan ini. Namun tidak hanya untuk anggota, warga yang kami temui di lokasi terpencil dan membutuhkan pertolongan juga kami layani,” jelasnya.
Pihaknya juga membagikan masker, meski prioritas utama diberikan kepada petugas yang bertugas langsung di garis depan pemadaman.
“Masyarakat bisa menjauh dari pusat api, tetapi anggota kami justru mendekat untuk menindaklanjuti titik api. Karena itu perlindungan mereka menjadi prioritas utama kami,” tambahnya.
Upaya kesehatan ini terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi kabut asap membaik dan kualitas udara kembali layak untuk dihirup secara aman oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. (PATHUR/Y)









