BORNEONEWS, Palangka Raya — Danau Masoraian tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem kawasan hutan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan masyarakat memanfaatkan potensi perikanan yang terdapat di danau tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendapatkan penghasilan.
Sejumlah jenis ikan yang dimanfaatkan antara lain lais, toman, haruan, kerandang, betutu dan baung.
“Sebagian hasilnya dijual dan sebagian dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga,” kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 25 September 2026.
Danau Masoraian berada dalam kawasan Hutan Kemasyarakatan seluas sekitar 3.006 hektare di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.
Kawasan tersebut dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.
Menurut Henky, keberadaan danau memperlihatkan hubungan erat antara kelestarian lingkungan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
Jika kondisi ekosistem perairan terganggu, sumber pangan dan pendapatan masyarakat juga berpotensi ikut terdampak.
“Menjaga hutan sebenarnya bukan hanya persoalan menyelamatkan pohon. Ada ikan yang harus tetap tersedia dan ada keluarga yang membutuhkan penghasilan,” ujarnya.
Karena itu, perlindungan hutan dan danau perlu dilakukan bersamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/y)









