KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Barito Kuala - Ceceran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar memenuhi badan Jalan Trans Kalimantan Kilometer 18, kawasan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, Jumat siang, 25 September 2026. Tumpahan yang cukup tebal tersebut membentang hingga hampir 100 meter dan membuat permukaan jalan menjadi sangat licin.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ceceran solar terkonsentrasi di jalur sebelah kiri dari arah Kuala Kapuas menuju Banjarmasin. Kondisi tersebut cukup membahayakan karena ruas Jalan Trans Kalimantan merupakan jalur dengan aktivitas lalu lintas yang padat, baik kendaraan roda dua maupun angkutan barang.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berinisiatif melakukan penanganan sementara dengan menaburkan pasir di atas permukaan jalan yang terkena ceceran solar. Langkah tersebut dilakukan secara swadaya untuk mengurangi tingkat kelicinan jalan dan mencegah pengendara mengalami kecelakaan.

Upaya tersebut dilakukan setelah kondisi jalan dinilai cukup berbahaya bagi kendaraan yang melintas, terutama sepeda motor. Permukaan aspal yang terkena solar membuat kendaraan berpotensi kehilangan kendali apabila melaju tanpa mengurangi kecepatan.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan sempat terjatuh setelah melintas di bagian jalan yang terkena ceceran solar. Beruntung, pengendara tersebut tidak mengalami luka serius.

"Ada satu yang jatuh, setelah dicek karena jalan yang licin imbas ceceran. Tapi tidak apa-apa," ungkap Aya, salah satu warga yang berada di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kendaraan yang menjadi sumber ceceran solar tersebut. Warga masih melakukan upaya penanganan sementara dengan menaburkan pasir di sepanjang bagian jalan yang terdampak.

Pengendara yang melintas di Kilometer 18 Anjir Pasar diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan, khususnya pengendara roda dua, hingga kondisi jalan kembali aman dilalui. (SABRIANOOR/y)