BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengembangan ekonomi di sekitar kawasan hutan dinilai harus memperhatikan keberlanjutan fondasi ekologis.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan aktivitas ekonomi tidak seharusnya menghasilkan keuntungan dengan mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopangnya.
“Yang lebih penting adalah mencari bentuk ekonomi yang tidak menghancurkan fondasi ekologisnya sendiri,” kata Henky kepada Borneonews pada Jumat, 25 September 2026.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penghasilan, tetapi sumber penghasilan tersebut harus dapat berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan.
Hutan yang sehat memberikan air, pangan, habitat satwa dan jasa ekologis. Sementara danau yang sehat dapat menyediakan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
Karena itu, manfaat ekonomi dari sumber daya alam harus dipandang dalam jangka panjang.
Henky mengatakan pendekatan tersebut dapat dilihat di Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.
Kawasan tersebut tidak hanya dijaga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui perikanan dan kegiatan pengelolaan kawasan. (TESTI PRISCILLA/H)









