BORNEONEWS, Palangka Raya - SMPIT Tiara Az-Zahra terus mengembangkan layanan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian penting dalam proses pendidikan melalui program parenting.
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengangkat tema mental illness yang dibahas dari tiga perspektif, yaitu medis, psikologi, dan Islam. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan narasumber dari Kalimantan Selatan serta media partner dari Jakarta–Bogor.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti materi dan diskusi.
Pembahasan mengenai kesehatan mental dinilai relevan dengan kehidupan keluarga, khususnya dalam membantu orang tua memahami kondisi dan kebutuhan anak di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
Kepala SMPIT Tiara Az-Zahra, Jesiati, menyampaikan bahwa program parenting merupakan bagian dari upaya memperluas makna layanan pendidikan.
"Bagi kami, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Orang tua merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan anak. Karena itu, sekolah perlu membuka ruang untuk belajar dan bertumbuh bersama orang tua agar pendampingan terhadap anak dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Jesiati dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 25 September 2026.
Menurutnya, pemilihan tema mental illness juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan topik yang dekat dengan kebutuhan orang tua.
“Kami ingin menghadirkan tema-tema yang memang dibutuhkan oleh orang tua. Ketika berbicara tentang mental illness, kita tidak hanya melihat dari satu sisi, tetapi mencoba memahami dari perspektif medis, psikologi, dan Islam agar orang tua mendapatkan pemahaman yang lebih utuh,” jelasnya.
Antusiasme peserta tidak hanya terlihat selama kegiatan berlangsung. Setelah acara selesai, sejumlah peserta menyampaikan harapan agar kegiatan parenting dengan tema serupa dapat kembali dilaksanakan dan, jika memungkinkan, digelar secara offline atau tatap muka.
Respons tersebut menjadi catatan positif dalam pengembangan program ke depan. Bagi sekolah, tingginya minat orang tua menunjukkan adanya kebutuhan terhadap ruang komunikasi, edukasi, dan berbagi pengalaman antara sekolah dan keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme Bunda-Bunda. Bahkan ada yang berharap kegiatan berikutnya dapat dilaksanakan secara offline. Bagi kami, ini menjadi masukan yang sangat baik untuk pengembangan program ke depan. InsyaAllah, kami akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi orang tua dan anak,” ungkap Jesiati.
Melalui program parenting tersebut, sekolah berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi proses yang berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama antara guru, orang tua, dan anak dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah satuan pendidikan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih komprehensif, dengan menempatkan penguatan hubungan sekolah dan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik.(TESTI PRISCILLA)









