KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Desa Sei Asam menggelar sosialisasi pemanfaatan tautan digital (Linktree/Bio-Link) sebagai media promosi UMKM serta edukasi pola pemupukan berimbang bagi petani setempat. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pemerintah Desa Sei Asam, Kapuas Hilir, pada Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Sei Asam Teguh Afrianto, perwakilan Pemerintah Kecamatan Kapuas Hilir Kasi Pemerintahan Fathurrahman, BPD Sei Asam, Mantri Tani, petugas PPL Pertanian, dosen pendamping Huzair Yahya, perangkat desa, kelompok tani, serta para pelaku UMKM lokal.

Dalam pemaparan materi pertama, mahasiswa KKN membagikan panduan teknis mengenai pembuatan dan penggunaan tautan digital atau Bio-Link. Melalui platform satu tautan sederhana ini, para pelaku UMKM diharapkan mampu menampilkan katalog produk, informasi kontak, hingga akun media sosial secara terpadu. Langkah ini dinilai efektif untuk menjadikan promosi usaha lebih praktis serta memperluas jangkauan calon pembeli tanpa memerlukan biaya tambahan.

Sementara itu, sesi materi kedua diisi oleh Wahid Hasyim, dosen pembimbing yang juga merupakan perwakilan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), yang memaparkan materi mengenai pentingnya pemupukan berimbang.

Penyampaian materi tersebut menekankan pentingnya penerapan takaran dan jenis pupuk yang tepat guna mendongkrak produktivitas hasil pertanian masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

Menanggapi rangkaian sosialisasi tersebut, Pj. Kades Sei Asam, Teguh Afrianto, mengapresiasi dan berharap materi yang disampaikan dapat langsung dipraktikkan oleh warga. "Materi yang disampaikan diharapkan dapat langsung diterapkan oleh warga," ujar Teguh seraya meminta mahasiswa KKN untuk turut melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM dalam mengoperasikan tautan digital tersebut.

Dukungan senada juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Kapuas Hilir, Fathurrahman. Pihaknya menilai adopsi teknologi digital menjadi krusial untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di tingkat desa. 

"Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mempromosikan usahanya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi keluarga," tutur Fathurrahman.

Melalui pembekalan strategi pemasaran digital yang efisien serta penerapan pola pemupukan yang presisi, kegiatan ini ditargetkan mampu menciptakan kemandirian sektor ekonomi desa. Para pelaku UMKM dan kelompok petani di Desa Sei Asam diharapkan dapat tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang lebih mandiri, produktif, serta memiliki daya saing yang tinggi. (SABRIANOOR/H)