BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Padat Karya, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Jumat, 25 September 2026.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 1 hektare semak belukar tersebut dipadamkan Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir bersama sejumlah unsur pemadam dan masyarakat.
Kepala KPHP Barito Hilir, Zainal Abidin, mengatakan kebakaran diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman sejak pukul 12.54 WIB hingga 17.08 WIB.
“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pembatasan jalur api dan pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas,” kata Zainal Abidin, Jumat, 25 September 2026.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dengan kondisi lahan terdiri atas tanah mineral dan gambut tebal. Api diketahui membakar bagian atas sekaligus bawah permukaan lahan.
“Kondisi lapangan cukup menyulitkan karena terdapat gambut tebal. Selain itu, angin cukup kencang sehingga api bergerak cepat dan selang tidak mampu menjangkau seluruh titik api untuk melakukan pemadaman secara total,” ujar Zainal.
Dalam penanganan tersebut, Regu MPA Pengembara Posko 1 dan 2 bersama Pemadam Pemda Ampah, Tim Damkar BKI, Tim Kecamatan Dusun Tengah serta masyarakat dikerahkan ke lokasi.
Tim menggunakan tiga kendaraan operasional, dua mesin pompa Honda 160GX 5 HP dan satu mesin pompa Vanguard 18 HP untuk mendukung proses pemadaman.
Sumber air untuk pemadaman berasal dari irigasi Janah Harapan dengan jarak sekitar 300 meter dari titik api. Petugas melakukan pembatasan jalur api sekaligus menyemprotkan air ke area yang terbakar guna menghentikan pergerakan api.
“Tim berhasil memadamkan sekitar 1 hektare area yang terbakar. Namun, kondisi angin dan karakteristik lahan menjadi perhatian karena api dapat kembali menjalar apabila masih terdapat bara di lapisan gambut,” kata Zainal.
Kebakaran tersebut terjadi di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Hingga pemadaman berakhir pada pukul 17.08 WIB, sekitar 1 hektare lahan yang terbakar telah berhasil ditangani.
Tim tetap perlu memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu munculnya api di sekitar lokasi.
Zainal mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar permukiman dan lahan terbuka.
Respons cepat masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama dalam kondisi angin kencang dan lahan yang relatif kering.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula tim bisa bergerak melakukan penanganan sebelum api meluas,” pungkas Zainal. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









