BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelatihan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) 2026 di RSUD Hanau membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Barigas RSUD Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, digelar pada 19–22 September 2026.
Materi pelatihan mencakup penanganan trauma, henti jantung, dan berbagai kondisi gawat darurat yang membutuhkan tindakan secara cepat, tepat, dan terukur.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan pengetahuan secara teori, tetapi juga dilatih memiliki keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Materi diarahkan pada kemampuan mengenali kondisi kritis, melakukan tindakan awal, hingga memberikan bantuan hidup dasar dan penanganan trauma secara sistematis.
Master of Trainer kegiatan, Kusnadi Jaya, menjelaskan BTCLS dirancang untuk membangun kemampuan peserta dalam menghadapi kondisi yang mengancam jiwa secara terstruktur.
“Peserta tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi juga bagaimana melakukan tindakan ketika menghadapi pasien dalam kondisi kritis. Yang paling penting adalah mampu mengenali masalah dengan cepat, menentukan prioritas, kemudian melakukan tindakan sesuai standar dan kewenangan,” kata Kusnadi dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 26 September 2026.
Ia menambahkan, simulasi dan praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghadapi situasi yang menyerupai kondisi kegawatdaruratan sebenarnya. (HERMAWAN DP/H)









