BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palangka Raya mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terhadap pemuka agama, penyuluh pembangunan, serta pendidik non-ASN.
Apresiasi ini disampaikan Ketua BKPRMI Kota Palangka Raya, Sumadi dalam kegiatan Sosialisasi Pemuka Agama, Penyuluh Pembangunan dan Pendidik Non-ASN.
Sumadi mengatakan dukungan insentif yang diberikan Pemko menjadi bentuk perhatian terhadap para pihak yang selama ini berperan dalam pembinaan keagamaan, pembangunan masyarakat, serta pendidikan.
“Pada 2026 ini sebanyak 800 orang ustaz dan ustazah akan menerima insentif. Selain itu, ada hampir 200 orang penyuluh pembangunan yang juga mendapatkan insentif,” kata Sumadi, Sabtu, 26 September 2026.
Dengan demikian hampir 1.000 orang mendapatkan dukungan insentif dari Pemerintah Kota Palangka Raya pada 2026.
Perhatian tersebut penting karena pemuka agama dan penyuluh pembangunan memiliki peran yang dekat dengan masyarakat. Mereka turut memberikan pembinaan, edukasi, serta pendampingan.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sesuai kemampuan anggaran daerah. Insentif dinilai dapat menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi para ustaz, ustazah, penyuluh pembangunan dan pendidik non-ASN.
“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang menjalankan tugas dan pengabdian di tengah masyarakat,” ujar Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya ini.
Sumadi juga berharap penerima insentif dapat menjalankan perannya secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Palangka Raya. (MARINI/R)









