BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan aktivitas sistem pembayaran di Kalteng mengalami sejumlah perubahan pada triwulan II 2026.
Dalam laporan BI Agustus 2026, net outflow uang kartal dari Bank Indonesia kepada perbankan di Kalteng pada triwulan II 2026 mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Penurunan net outflow uang kartal sejalan dengan telah berakhirnya periode Hari Raya Idul Fitri yang sebelumnya mendorong lonjakan kebutuhan uang tunai pada triwulan I 2026,” kata Yuliansah, Sabtu, 26 September 2026.
Sementara itu, transaksi pembayaran non-tunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) mengalami penurunan baik secara nominal maupun volume dibandingkan triwulan sebelumnya.
Penurunan volume transaksi SKNBI salah satunya mengindikasikan adanya pergeseran perilaku masyarakat menuju kanal pembayaran real time, khususnya BI-FAST.
"Di sisi lain, transaksi uang elektronik pada triwulan II 2026 juga mengalami penurunan, baik dari sisi volume maupun nominal. Transaksi QRIS turut mengalami penurunan dari sisi volume," tambahnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya dinamika pola transaksi masyarakat di Kalteng. BI terus mendorong ekosistem pembayaran digital agar layanan transaksi tetap mudah, cepat, aman, dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha. (MARINI)









