BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 29 sekolah di Kota Palangka Raya, mulai jenjang TK, SD hingga SMP dipastikan mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Program tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan 29 sekolah tersebut telah dipastikan menerima program karena sudah masuk dalam kontrak pelaksanaan.
“Yang pasti dapat ini sekitar 29. Itu yang sudah pasti, yang berkontrak,” kata Jayani, Sabtu, 26 September 2026.
Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat sejumlah sekolah lain yang berpeluang mendapatkan program revitalisasi.
Program ini juga bukan hal yang baru karena pelaksanaannya telah dimulai sejak tahun sebelumnya.
Jayani menjelaskan pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola. Kepala sekolah menjadi pihak yang mengelola pelaksanaan pekerjaan revitalisasi di satuan pendidikan masing-masing.
“Itu swakelola, yang mengelolanya memang kepala sekolah, yang menjadi Pimpro-nya (pemimpin proyek),” ujarnya.
Ia mengatakan revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan sekolah. Fasilitas penunjang pembelajaran juga dapat diperbaiki maupun dipenuhi sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Salah satunya pengadaan meja dan kursi apabila fasilitas tersebut mengalami kerusakan atau tidak lagi layak digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Jayani menjelaskan besaran anggaran revitalisasi tidak sama untuk setiap sekolah. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. “Karena kebutuhan setiap sekolah berbeda, anggaran yang diterima juga tidak sama,” katanya.
Ia berharap program revitalisasi dapat meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. (MARINI/R)









