BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Mulai dari keterbatasan sumber air, sulitnya akses menuju lokasi, hingga kondisi peralatan pemadaman yang mengalami kerusakan.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat evaluasi penanganan karhutla yang digelar baru-baru ini.
Menurutnya, persoalan peralatan menjadi salah satu perhatian karena kebutuhan pemadaman di sejumlah wilayah masih cukup besar.
“Selang bocor atau rusak dilaporkan hampir seluruh pos lab, seperti Kapuas Barat, Kapuas Hilir dan Mentangai,” kata Pangeran, Sabtu, 26 September 2026.
Kebutuhan peralatan juga berbeda di setiap wilayah. Pos Lab Mentangai, misalnya, membutuhkan tiga unit mesin pompa 6,5 inci dan 15 roll selang pelempar.
Sementara Kapuas Barat membutuhkan tambahan 10 roll selang dan dua unit mesin. “Stok nasional habis diborong. BPBD sudah memesan selama 10 hari, namun barang belum datang,” ujarnya.
Selain peralatan, kondisi sumber air dan akses menuju lokasi juga menjadi kendala. Di Basarang RT 6, sumber air disebut sangat terbatas, sementara akses menuju RT 7 dan RT 8 hanya dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga mobil tangki tidak dapat masuk.
“Sumber air sangat terbatas, akses RT 7–8 hanya kendaraan roda dua, mobil tangki tidak bisa masuk,” demikian disampaikan dalam evaluasi tersebut.
Kondisi serupa juga ditemukan di Dadahup. Saluran sekunder mulai mengering sehingga kebutuhan air untuk pemadaman semakin sulit dipenuhi. Untuk membantu penanganan, tandon berkapasitas 1.000 liter dari BWS/PU disiapkan untuk mendukung kebutuhan air di lokasi.
Pangeran mengatakan, sejumlah langkah lanjutan telah disiapkan untuk mengatasi kendala tersebut. Distribusi 20 unit mesin dijadwalkan dilakukan pada Sabtu, sementara tandon dari Posko Induk akan dikirim ke Dadahup.
BPBD juga meminta seluruh kebutuhan sarana dan prasarana dari pos lapangan dilaporkan secara tertulis agar dapat ditindaklanjuti, di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kapuas. (SABRIANOOR/R)








