SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seekor trenggiling seberat sekitar 10 kilogram berhasil diselamatkan dari kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Trenggiling berjenis kelamin betina tersebut ditemukan saat tim pemadaman kebakaran lahan PT Rimba Makmur Utama (RMU) melakukan penanganan kebakaran di kawasan hutan.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan trenggiling tersebut kemudian diamankan oleh Hari bersama rekan-rekannya dari komunitas atau aktivis lingkungan di Sampit.

"Pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, personel Pos Sampit menerima penyerahan satu individu trenggiling," kata Muriansyah, Sabtu, 26 September 2026.

Setelah diamankan dari lokasi kebakaran, trenggiling tersebut dibawa ke Sampit untuk diserahkan kepada petugas BKSDA Pos Sampit.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi trenggiling terlihat sehat dan aktif. Tidak ditemukan luka pada tubuh satwa tersebut akibat kejadian karhutla.

Mengingat kondisinya masih baik, BKSDA kemudian memutuskan tidak melakukan perawatan dalam waktu lama di luar habitat. Penanganan juga mempertimbangkan kondisi satwa agar tidak mengalami stres.

"Karena kondisi trenggiling dilihat sehat, aktif dan tidak ada luka, menghindari stres serta sesuai arahan pimpinan, Rabu, 23 September, trenggiling dilepasliarkan di wilayah PT RMU yang aman dari kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Pelepasliaran dilakukan di kawasan PT RMU yang dipastikan aman dari karhutla. Langkah tersebut dilakukan agar trenggiling dapat kembali menjalani aktivitas alaminya di habitat yang sesuai.

Penyelamatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dan tim pemadam terhadap keberadaan satwa liar di tengah maraknya karhutla di Kotim.

BKSDA Pos Sampit juga mengapresiasi peran komunitas dan aktivis lingkungan yang membantu mengamankan satwa tersebut hingga dapat ditangani petugas dan dikembalikan ke habitatnya. (DEWI PATMALASARI/R)