BORNEONEWS, Nagoya – Rahmat Erwin Abdullah kembali berdiri di podium tertinggi Asian Games. Tiga tahun setelah meraih emas di Hangzhou, lifter Indonesia tersebut mempertahankan tradisi juaranya dengan merebut emas kelas 75 kilogram putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Kemenangan kali ini bahkan disertai dua rekor dunia. Rahmat membukukan total angkatan 366 kilogram yang berasal dari snatch 160 kilogram serta clean and jerk 206 kilogram. Catatan clean and jerk dan total angkatan tersebut menjadi rekor dunia kelas 75 kilogram.
Persaingan berlangsung ketat hingga angkatan terakhir. Lifter Thailand Weeraphon Wichuma sempat mengambil alih posisi teratas setelah berhasil melakukan clean and jerk 205 kilogram dan membukukan total 365 kilogram.
Rahmat kemudian menjawab tekanan tersebut dengan mengangkat 206 kilogram.
Angkatan itu berhasil dan membuat totalnya mencapai 366 kilogram, hanya unggul satu kilogram atas Weeraphon yang akhirnya meraih perak.
Sementara lifter Korea Utara Ri Chong Song membawa pulang perunggu dengan total angkatan 357 kilogram. Ri mencatat snatch terbaik 162 kilogram.
Keberhasilan tersebut membuat Rahmat untuk kedua kalinya meraih emas Asian Games.
Pada Asian Games Hangzhou yang digelar 2023, ia berjaya di kelas 73 kilogram putra. Di Nagoya, Rahmat naik ke kelas 75 kilogram dan kembali menunjukkan konsistensinya di level Asia.
Prestasi ini terasa semakin berarti setelah perjalanan Rahmat menuju panggung internasional sempat mengalami hambatan.
Ia gagal tampil di Olimpiade Paris 2024 setelah kalah dalam persaingan kualifikasi internal kelas 73 kilogram dengan Rizki Juniansyah.
Ketentuan Olimpiade saat itu hanya memungkinkan satu lifter dari satu negara tampil pada kelas yang sama.
Rizki akhirnya mewakili Indonesia dan meraih medali emas di Paris, sedangkan Rahmat harus melewatkan Olimpiade meskipun sebelumnya pernah mempersembahkan perunggu pada Olimpiade Tokyo.
Kegagalan tersebut tidak menghentikan Rahmat. Ia kembali membangun prestasinya melalui berbagai kejuaraan hingga akhirnya menunjukkan performa terbaik di Nagoya.
Emas Rahmat juga menjadi emas kedua Indonesia di Asian Games 2026 setelah sebelumnya tim beregu putra bulu tangkis membuka perolehan emas Merah Putih.
Di balik pencapaiannya, olahraga angkat besi sudah menjadi bagian dari kehidupan Rahmat sejak kecil.
Ayahnya, Erwin Abdullah, merupakan mantan lifter nasional yang pernah meraih perak Asian Games 2002. Ibunya, Ami Asun Budiono, juga pernah membela Indonesia dan meraih emas SEA Games 1995.
Rahmat mempersembahkan medali emasnya di Nagoya untuk keluarga.
“Untuk anak, istri, dan orang tua di rumah,” ujar Rahmat.
Perjalanan Rahmat dari kegagalan menuju podium tertinggi kembali menunjukkan bahwa konsistensi menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Dua penampilan di Asian Games kini menghasilkan dua medali emas, dan pada edisi 2026 ia menambahkannya dengan dua rekor dunia yang membuat kemenangannya semakin istimewa.
ANTARA









