SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu pagi, 27 September 2026, diwarnai pemandangan tumpukan sampah dan daun kering yang berserakan di sejumlah titik.
‎
‎Pantauan di lokasi, sampah terlihat memenuhi area trotoar dan badan jalan yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas saat CFD. Tumpukan daun kering juga tampak mengumpul di sekitar pedagang kaki lima dan tepian pembatas jalan.
‎
‎Kondisi tersebut cukup mengganggu kenyamanan warga yang datang untuk berolahraga maupun menikmati suasana pagi. Terlebih, kawasan Taman Kota Sampit menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat setiap pelaksanaan CFD.
‎‎
‎"Kebersihan kawasan CFD perlu menjadi perhatian bersama karena lokasi tersebut digunakan masyarakat dari berbagai kalangan," katanya, Salah seorang warga yang mengikuti CFD, Intan.
‎
‎Ia berharap petugas kebersihan dapat melakukan pembersihan secara berkala, terutama setelah aktivitas CFD mulai ramai dan para pedagang berjualan di sekitar lokasi.
‎
‎Hal senada disampaikan Wahyu, warga yang juga mengikuti kegiatan CFD. Ia menilai kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya juga perlu ditingkatkan.
‎
‎"Kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pengunjung dan pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut," ujarnya.
‎
‎Kondisi sampah yang berserakan dinilai dapat mengurangi kenyamanan masyarakat sekaligus membuat wajah ruang publik di pusat Kota Sampit terlihat kurang tertata.
‎
‎"Kami  berharap pengelolaan kebersihan selama CFD dapat lebih diperhatikan lagi oleh dinas terkait yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan  Taman Kota Sampit,"  harapnya. (DEVI/j)