SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 1.000 masker dibagikan kepada warga yang mengikuti Car Free Day di kawasan Taman Kota Sampit, Minggu, 27 September 2026, di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih memengaruhi kualitas udara di Kotawaringin Timur.

Masker diberikan kepada masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan sebagai perlindungan tambahan dari paparan asap dan debu.

Pembagian dilakukan DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi atau Hiswana Migas Sampit, Seruyan dan Katingan.

Ketua DPC Hiswana Migas Sampit, Seruyan dan Katingan Axcel Arfriando Narang mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

“Kami membagikan masker agar warga yang beraktivitas di luar rumah dapat lebih terlindungi dari dampak asap akibat karhutla,” ujar Axcel.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya membutuhkan penanganan pada sumber api, tetapi juga upaya mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, organisasi tersebut juga menyerahkan sejumlah mesin pompa dan peralatan pemadam kepada BPBD Kotim serta kelompok pemadam swadaya di Sampit.

Axcel berharap bantuan tersebut dapat mendukung upaya penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

Sementara itu, Bendahara DPC Hiswana Migas Sampit Yusran mengatakan warga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan saat harus berada di luar ruangan.

“Ini bentuk kepedulian kami. Alhamdulillah kegiatan ini disambut positif masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menyebut kondisi udara di Sampit saat ini perlu mendapat perhatian sehingga masyarakat disarankan membatasi aktivitas luar ruangan apabila tidak mendesak dan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika harus beraktivitas. (DEVI/j)