JAKARTA –

BORNEONEWS, Beijing – China dan Amerika Serikat mencapai titik temu dalam salah satu isu paling sensitif di Timur Tengah. Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pembicaraan kedua pemimpin saat Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026. Kementerian Luar Negeri China menyatakan kedua kepala negara sepakat Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Gedung Putih juga mengonfirmasi isu Iran dibahas dalam pertemuan tersebut. Washington menyebut Trump dan Xi sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Kesamaan sikap Beijing dan Washington muncul ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat masih tinggi setelah konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026.

Trump kembali menegaskan sikap tersebut dalam pidatonya pada Sidang Umum PBB di New York pada 22 September 2026.

“Saya tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” demikian posisi yang disampaikan Trump dalam pidatonya.

Meski memiliki banyak perbedaan dalam kebijakan internasional, China dan Amerika Serikat dalam pertemuan terbaru mereka menemukan kesamaan kepentingan terkait pencegahan proliferasi senjata nuklir Iran.

Pertemuan Xi-Trump berlangsung di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Serangan terhadap Iran yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dimulai pada 28 Februari 2026 dan kemudian dibalas Iran, memicu eskalasi luas di kawasan.

Pada Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut.

Namun, kesepakatan tersebut tidak berkembang menjadi perdamaian permanen dan ketegangan kembali meningkat dalam beberapa bulan berikutnya.

Di tengah situasi tersebut, Washington tetap menjadikan persoalan nuklir sebagai salah satu syarat utama dalam pembicaraan dengan Teheran.

Trump pada 22 September mengatakan komunikasi dengan Iran masih berlangsung dan menyatakan harapan adanya penyelesaian, namun kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima Iran memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, kesepakatan Xi dan Trump mengenai Iran menjadi bagian dari delapan hasil dan pemahaman yang diumumkan China setelah kunjungan kenegaraan tersebut.

Selain isu Iran, kedua negara juga membahas hubungan bilateral, kerja sama internasional, keamanan kawasan hingga jalur pelayaran internasional.

ANTARA