BORNEONEWS, Ichinomiya – Tubuh Jonatan Christie akhirnya tak mampu lagi diajak berkompromi. Hanya memiliki waktu tidur sekitar lima setengah jam sebelum kembali turun ke lapangan, langkah tunggal putra Indonesia itu terhenti di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Jonatan harus mengakui keunggulan Loh Kean Yew asal Singapura dalam dua gim langsung dengan skor 14-21, 19-21 di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Minggu, 27 September 2026.
Persoalan stamina menjadi salah satu kendala terbesar Jonatan.
Ia baru menyelesaikan pertandingan babak 16 besar sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Perjalanan dari arena pertandingan menuju wisma atlet membutuhkan sekitar 50 menit.
Jonatan mengaku baru bisa tidur sekitar pukul 03.30 dan sudah kembali bangun pukul 09.00 untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya.
“Jam dua baru selesai, perjalanan dari venue ke wisma atlet 50 menit, baru tidur mungkin 03.30, bangun jam 09.00. Waktu datang ke sini badan terasa oke, tapi pas sudah bertanding power-nya, speed-nya, dipakai sedikit langsung lemas,” ungkap Jonatan.
Kelelahan semakin terasa ketika pertandingan berjalan.
Pada gim pertama, Jonatan kehilangan banyak momentum dan menyerah 14-21.
Harapan memperpanjang pertandingan sempat muncul pada gim kedua. Jonatan mampu memberikan tekanan dan sempat berada dalam posisi unggul sebelum interval.
Namun setelah jeda, tenaga Jonatan kembali menurun. Loh perlahan mengambil kendali hingga akhirnya menutup pertandingan 21-19.
Jonatan mengaku berusaha memaksa tubuhnya untuk tetap melawan, tetapi kondisi fisik sudah tidak memungkinkan.
“Saya coba buat memaksa fight back, tapi badan langsung lemas lagi. Kaki, tangan, semua power drop habis begitu rasanya. Gak ada tenaga sama sekali. Yah mungkin rezekinya Loh juga,” katanya.
Situasi pertandingan disebut semakin berat karena Jonatan merasa tidak memiliki banyak kesempatan untuk memperpanjang jeda di antara reli.
“Ditambah lagi wasitnya menyuruh untuk terus main, push terus, ‘cepat main cepat main, jangan delay gim’,” ujarnya menirukan arahan wasit.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Jonatan di nomor tunggal putra Asian Games 2026.
Bagi Loh Kean Yew, kemenangan atas Jonatan yang saat ini berstatus peringkat satu dunia memastikan dirinya setidaknya meraih medali setelah menembus semifinal. Hasil itu juga menjadi medali tunggal putra Asian Games bersejarah bagi Singapura.
Sementara Indonesia masih memiliki Alwi Farhan pada persaingan tunggal putra, yang dijadwalkan menghadapi Chou Tien Chen dari Chinese Taipei pada babak perempat final.
ANTARA









