SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu, 27 September 2026. Hujan turun di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang setelah sebelumnya sempat terdengar guntur dan hujan singkat pada siang hari.

"Tadi siang sempat terdengar guntur dan hujan sebentar, hanya beberapa menit. Selang beberapa jam sore ini hujan lagi disertai guntur," kata Wahyu, warga Sampit.

Hujan di tengah kemarau tersebut diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang masih terbakar sehingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotim dapat segera dipadamkan.

"Semoga hujannya agak lama, biar kebakaran ini habis dan asapnya hilang," tambahnya.

Sebelum hujan mengguyur wilayah Sampit, hujan juga dilaporkan terjadi di Desa Ganepo pada Minggu pagi. Sementara sehari sebelumnya, hujan deras turut mengguyur sejumlah wilayah di bagian selatan Kotim.

Berdasarkan rilis BMKG Stamet H Asan Kotim, peringatan dini cuaca Kalimantan Tengah pada Minggu, 27 September 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Potensi tersebut diperkirakan terjadi mulai pukul 13.10 WIB di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan sekitarnya. Cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah di Kotim, yakni Kota Besi, Baamang, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut dan Telawang. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 15.30 WIB.

Selain Kotim, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang juga mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Katingan, Seruyan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Murung Raya dan Barito Timur. (DEWI PATMALASARI/y)