PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Warga Permukiman Trans Swadaya Mandiri KM 20 Sepingit, Jalan Poros Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, mendapat layanan kesehatan setelah kawasan tersebut sekitar satu bulan terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Palang Merah Indonesia Kabupaten Kotawaringin Barat turun ke permukiman tersebut pada Minggu, 27 September 2026, dengan membuka pemeriksaan kesehatan sekaligus membagikan obat, vitamin, suplemen dan masker.

Kepala Markas PMI Kotawaringin Barat Ario Tanoto mengatakan lokasi permukiman berada di kawasan yang dikelilingi area terdampak karhutla.

“Permukiman Trans Swadaya Mandiri ini areanya terkepung karhutla dan sudah sekitar satu bulan lingkungannya terpapar kabut asap. Warga mulai mengalami gangguan kesehatan,” kata Ario.

Sejumlah warga disebut mengeluhkan gangguan pernapasan, iritasi mata hingga gangguan pada kulit selama kualitas udara memburuk.

Kondisi tersebut mendorong petugas memberikan pemeriksaan kesehatan langsung kepada warga yang mengalami keluhan.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi mengenai penggunaan masker serta pentingnya menjaga kebersihan diri ketika kualitas udara masih buruk.

Masker turut dibagikan ke rumah-rumah warga sebagai perlindungan tambahan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Ario mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

Warga disarankan menggunakan masker ketika berada di luar rumah dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan yang berlanjut.

Layanan tersebut menjadi salah satu respons terhadap dampak kabut asap karhutla yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah kawasan Kotawaringin Barat. (ARIEF/j)