BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kemunculan sejumlah ubur-ubur transparan menjadi pemandangan tak biasa di perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah pada Minggu, 27 September 2026. Biota yang umumnya identik dengan perairan laut itu terlihat mengapung dan bergerak mengikuti arus sungai.
Kemunculan ubur-ubur tersebut menarik perhatian warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai. Sebab, keberadaan biota seperti itu relatif jarang terlihat di kawasan perairan sungai yang selama ini lebih dikenal sebagai habitat air tawar.
Salah seorang warga Kapuas, Zani, mengatakan dirinya beberapa kali melihat ubur-ubur transparan tersebut di perairan sekitar permukiman. Menurut dia, kemunculannya bukan pemandangan yang biasa dijumpai warga.
"Ada beberapa kali ini terlihat, jarang rasanya, bahkan hampir tidak pernah melihat juga," ujar Zani saat ditemui terkait kemunculan ubur-ubur tersebut.
Secara umum, masuknya biota laut ke wilayah sungai dapat berkaitan dengan kondisi perairan payau akibat percampuran air tawar dan air laut. Pada musim kemarau, ketika debit air sungai menurun, pengaruh pasang air laut dapat menjangkau wilayah yang lebih jauh ke arah hulu. Namun, diperlukan pengamatan lebih lanjut untuk memastikan jenis ubur-ubur serta faktor yang menyebabkan kemunculannya di DAS Kapuas.
Warga sebaiknya tidak menangkap atau menyentuh ubur-ubur yang ditemukan. Langkah tersebut penting karena sejumlah jenis ubur-ubur memiliki sel penyengat yang dapat menimbulkan reaksi pada kulit, mulai dari rasa perih dan gatal hingga iritasi setelah terjadi kontak langsung. (SABRIANOOR/y)









