BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengendalian rabies di Kota Palangka Raya tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah.
Kesadaran pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi dan menjaga kesehatan hewan peliharaan menjadi bagian penting dalam memutus risiko penularan.
Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono menegaskan masyarakat memiliki peran langsung dalam pencegahan rabies.
“Bebas rabies itu tergantung dari kesadaran dan peran serta masyarakat secara langsung,” kata Eko kepada Borneonews pada Minggu, 27 September 2026.
Vaksinasi rabies merupakan bentuk tanggung jawab pemilik hewan terhadap kesehatan hewan sekaligus keselamatan lingkungan di sekitarnya.
Hal itu menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam peringatan World Rabies Day 2026 yang mengusung tema “Stronger Together”.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Palangka Raya menyediakan vaksinasi rabies massal secara gratis dengan kuota sekitar 500 ekor hewan.
Pelayanan dilaksanakan Senin, 28 September 2026 mulai pukul 09.00 WIB di Klinik Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Jalan G Obos XI.
Eko mengatakan pencegahan perlu dilakukan sebelum terjadi kasus. Pemilik hewan juga diharapkan tidak menunggu hewan sakit atau mengalami kejadian gigitan untuk mulai memperhatikan perlindungan terhadap rabies.
Karena itu, momentum World Rabies Day dinilai penting untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa pengendalian rabies merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah menyediakan layanan, sementara masyarakat berperan memastikan hewan peliharaan mendapatkan perlindungan yang diperlukan.(TESTI PRISCILLA)









