PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif seiring kondisi yang masih berada pada fase kritis.

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian karhutla di sejumlah wilayah rawan.

Satgas Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, relawan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus bekerja selama 24 jam di lapangan.

Sebanyak 13.435 personel gabungan dikerahkan di berbagai titik rawan karhutla untuk melaksanakan pemadaman secara langsung di lapangan.

Personel gabungan tersebut sekaligus melakukan pembatasan terhadap penjalaran api agar tidak meluas.

Kemudian berdasarkan data harian BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah per per alhirpekan kemarin, Sabtu, 26 September 2026, upaya pemadaman darat dalam kurun waktu 24 jam berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 157,11 hektare.

Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan kejadian dan luasan area yang berhasil dipadamkan oleh pemerintah kabupaten/kota yang diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus melakukan penanganan karhutla secara terpadu mulai dari pemantauan, pencegahan, pemadaman hingga pengendalian penjalaran api. (HERMAWAN DP/R)