BORNEONEWS, Sampit - Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengantisipasi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan air bersih selama pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Mentaya Hulu.
Ketua Umum MTQ ke-57 Kotim yang juga Camat Mentaya Hulu Edison mengatakan, kebutuhan BBM menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan mengingat mobilitas peserta, panitia dan masyarakat diperkirakan meningkat selama rangkaian kegiatan.
Kondisi tersebut semakin penting karena MTQ tahun ini berlangsung di tengah musim kemarau yang turut berdampak terhadap ketersediaan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat.
"Berhubungan dengan masalah air bersih dan BBM yang disampaikan Bupati, kami sudah menyurati Pertamina untuk menyiapkan BBM di Mentaya Hulu," kata Edison, Senin, 28 September 2026.
Ia berharap pasokan BBM dapat tersedia di sekitar lokasi pelaksanaan MTQ, bukan hanya mengandalkan pasokan dari Kecamatan Parenggean. Dengan demikian, peserta dan masyarakat yang membutuhkan BBM tidak perlu menempuh perjalanan lebih jauh.
Menurut Edison, aktivitas kendaraan selama MTQ diperkirakan cukup tinggi karena peserta dan panitia dari 17 kecamatan harus melakukan mobilitas setiap hari menuju arena kegiatan.
"Kemarin kami meminta agar dipusatkan di lokasi acara. Momen ini kan cuma satu tahun sekali untuk melayani masyarakat yang sebanyak ini. Kita setiap hari bolak-balik ke arena," ujarnya.
Panitia telah mengajukan permintaan kepada Pertamina untuk menyediakan beberapa jenis BBM, yakni Dexlite, Pertamax dan Pertalite.
Ketersediaan ketiga jenis bahan bakar tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
"Dalam surat kemarin, kami meminta untuk disiapkan yang pertama itu Dexlite, yang kedua Pertamax, yang ketiga Pertalite. Kami meminta agar Pertamina bisa memfasilitasi untuk kegiatan ini," tambahnya.
Selain BBM, panitia juga menyiapkan kebutuhan air bersih. Persiapan dilakukan karena kondisi kemarau berpotensi meningkatkan kebutuhan air selama peserta dan masyarakat berkegiatan di lokasi MTQ.
Ketersediaan air bersih dinilai penting agar kebutuhan peserta, panitia dan masyarakat yang datang ke arena dapat terpenuhi tanpa mengganggu jalannya rangkaian MTQ.
Edison berharap dukungan terhadap kebutuhan dasar tersebut dapat membantu pelaksanaan MTQ ke-57 Kotim berjalan lancar. Ia juga berharap kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum doa bersama bagi masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
"Mudah-mudahan dengan kita melaksanakan MTQ, karena doa orang banyak seperti ini, masalah musibah kabut asap ini bisa cepat selesai. Mudah-mudahan hujan sudah ada," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









