SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit.

Kondisi asap dapat menurunkan jarak pandang secara signifikan sehingga berpengaruh terhadap proses lepas landas maupun pendaratan pesawat.

"Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara untuk memperhatikan sejumlah hal. Pertama, calon penumpang diimbau mengecek status penerbangan sebelum berangkat karena kondisi asap dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris melalui Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Zachrudien, Senin, 28 September 2026.

Menurut dia, perubahan jarak pandang akibat kabut asap dapat berdampak langsung terhadap operasional penerbangan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas keselamatan yang dipersyaratkan, penerbangan dapat mengalami penundaan.

Dalam kondisi tertentu, pesawat juga dapat melakukan holding atau go-around. Operasional penerbangan bahkan dapat berujung pada pengalihan maupun pembatalan apabila kondisi tidak memungkinkan.

Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Karena itu, penumpang juga disarankan tiba di Bandara H Asan Sampit lebih awal. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan menuju bandara maupun perubahan jadwal penerbangan akibat kabut asap.

Penumpang juga dianjurkan membawa masker, terutama apabila perjalanan menuju bandara melewati wilayah yang terdampak kabut asap.

Zachrudien mengingatkan calon penumpang agar memperoleh informasi penerbangan melalui sumber resmi.

Informasi dapat dikonfirmasi kepada maskapai maupun pihak bandara sehingga masyarakat tidak mengandalkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.

"Yang terakhir, tetap tenang dan ikuti arahan petugas jika terjadi perubahan operasional penerbangan. Tetap waspada, tetap terinformasi, dan utamakan keselamatan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)