JAKARTA –

BORNEONEWS, Kuala Lumpur – Malaysia memberikan penghormatan kenegaraan kepada Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, istri mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang meninggal dunia pada usia 100 tahun, Senin, 28 September 2026.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menetapkan prosesi pemakaman Siti Hasmah menggunakan Istiadat Pengebumian Pembesar Negara. Ia memerintahkan Ketua Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara membantu pelaksanaan prosesi tersebut.

Siti Hasmah meninggal dunia di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, pada Senin pagi. Kabar wafatnya dikonfirmasi putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir.

“Atas nama Pemerintah Madani dan seluruh rakyat Malaysia, saya menyampaikan rasa dukacita dan ucapan belasungkawa atas berpulangnya Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali,” kata Anwar.

Anwar mengatakan Malaysia akan mengenang jasa dan pengabdian Siti Hasmah, termasuk kiprahnya dalam kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat.

Jenazah terlebih dahulu dibawa dari Institut Jantung Negara menuju kediaman keluarga di Seri Kembangan, Selangor.

Prosesi salat jenazah dijadwalkan berlangsung setelah salat Asar di Masjid As-Syarif, Taman Sungai Besi Indah, sebelum jenazah dibawa menuju Putrajaya.

Pemerintah Malaysia kemudian menjadwalkan pemakaman Siti Hasmah di Makam Pahlawan, Presint 20, Putrajaya, sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Siti Hasmah dikenal bukan hanya sebagai pendamping Mahathir selama dua periode kepemimpinannya sebagai perdana menteri.

Ia juga merupakan salah satu perempuan Melayu perintis di bidang kedokteran Malaysia dan memiliki rekam jejak panjang dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pada 1965, ia menjadi perempuan pertama yang ditunjuk sebagai pejabat medis di Departemen Kesehatan Ibu dan Anak Kedah.

Siti Hasmah menikah dengan Mahathir pada 1956. Pasangan tersebut memiliki tujuh anak.

Kepergiannya juga mendapat ucapan belasungkawa dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim dan Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah.

Prosesi kenegaraan menjadi penghormatan terakhir Malaysia terhadap Siti Hasmah setelah perjalanan panjangnya sebagai dokter, tokoh sosial dan pendamping salah satu figur politik paling berpengaruh dalam sejarah modern Malaysia.

ANTARA