JAKARTA –

BORNEONEWS, Beijing – China membuka ruang lebih besar bagi masuknya batu bara Amerika Serikat setelah kedua negara sepakat memasukkan komoditas tersebut dalam skema pengurangan tarif perdagangan.

Kementerian Perdagangan China menyatakan tarif impor batu bara asal AS akan masuk dalam kerangka pengurangan tarif timbal balik yang mencakup produk bernilai sekitar 30 miliar dolar AS dari masing-masing negara.

Langkah tersebut diproyeksikan meningkatkan pasokan batu bara Amerika ke pasar China mulai 2027 hingga 2028.

Menurut Kementerian Perdagangan China, lebih dari 90 persen produk yang masuk dalam kerangka itu nantinya akan dibebaskan dari tarif tambahan timbal balik dan memperoleh perlakuan tarif most-favored-nation setelah masing-masing negara menyelesaikan prosedur domestiknya. 

Batu bara menjadi salah satu produk AS yang masuk daftar pengurangan tarif China bersama produk pertanian, perawatan pribadi dan alat kesehatan. 

Sementara itu, Gedung Putih memberikan angka lebih konkret terkait perdagangan batu bara. Pemerintah AS menyatakan China akan mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara Amerika pada 2027 dan kembali sedikitnya 10 juta ton pada 2028. 

Kementerian Perdagangan China tidak mencantumkan volume tersebut dalam penjelasannya pada Senin, 28 September 2026, tetapi menyatakan kesepakatan tarif akan mempermudah peningkatan impor batu bara AS selama dua tahun tersebut. 

Beijing menilai batu bara Amerika dapat menjadi pelengkap pasokan dalam negeri sekaligus memperluas perdagangan bilateral.

Kesepakatan tersebut lahir dari rangkaian konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS yang berlangsung di New York dan Washington pada 20–23 September 2026.

Kedua negara kemudian mencapai kesepahaman mengenai kerangka pengurangan tarif setelah Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23–25 September 2026 dan bertemu Presiden Donald Trump. 

Washington dan Beijing juga membentuk mekanisme Dewan Perdagangan untuk membahas hambatan dan peluang memperluas perdagangan kedua negara. 

Kesepakatan batu bara menjadi salah satu perkembangan konkret dalam hubungan ekonomi kedua negara setelah periode panjang ketegangan tarif.

Namun penerapan penurunan tarif masih harus melewati prosedur hukum domestik masing-masing negara sebelum diberlakukan secara bersamaan. 

ANTARA