BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia atau PODSI Kalimantan Tengah mulai mengevaluasi kriteria atlet yang akan dijaring untuk memperkuat skuad daerah menuju kompetisi nasional.
Salah satu perhatian yang disorot Bendahara PODSI Kalteng, Merry Anitha, adalah karakteristik fisik atlet, khususnya postur tubuh. Evaluasi itu mengacu pada pengalaman saat PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Merry mengatakan, pada PON sebelumnya terdapat catatan mengenai postur atlet dayung Kalteng yang dinilai relatif kecil. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam proses penjaringan atlet berikutnya.
"Belajar dari pengalaman pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, di mana postur atlet Kalteng sempat disindir terlalu kecil atau 'cabe rawit', kami berharap proses pencarian bakat kali ini mengutamakan atlet dengan postur tubuh yang lebih tinggi, baik putra maupun putri," ujar Merry dalam pertemuan yang diselenggarakan pada Senin malam, 28 September 2026.
Menurut dia, karakteristik fisik menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan sejak proses talent scouting. Dengan postur yang sesuai, pelatih dinilai akan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan atlet.
"Jika postur atlet lebih tinggi dan ideal, para pelatih akan lebih mudah membina dan memoles potensi mereka," katanya.
Namun, penjaringan atlet tidak berhenti pada faktor fisik. Atlet tetap akan diseleksi dan dikembangkan sesuai karakteristik nomor olahraga dayung yang ditekuni, baik rowing, canoeing maupun dragon boat.
Merry berharap proses pencarian bakat dapat menghasilkan atlet muda dengan potensi yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang. Atlet tersebut selanjutnya akan dibina melalui program yang disiapkan PODSI Kalteng.
Atlet terbaik dari hasil Porprov akan menjadi bagian dari proses menuju skuad utama Kalteng. Mereka diproyeksikan menghadapi Kejurnas serta Babak Kualifikasi PON sebagai tahapan menuju PON 2028.
Dengan evaluasi sejak proses penjaringan, PODSI Kalteng berharap regenerasi atlet ke depan tidak hanya memenuhi jumlah, tetapi juga menghasilkan atlet dengan karakteristik fisik dan kemampuan yang sesuai kebutuhan kompetisi tingkat nasional. (TESTI PRISCILLA)









