BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia atau PODSI Kalimantan Tengah periode 2026–2030 mulai menyiapkan strategi pendanaan untuk menghadapi rangkaian agenda olahraga hingga PON 2028.
Ketua Umum PODSI Kalteng, Juni Gultom mengatakan kepengurusan baru tidak ingin hanya mengandalkan pembiayaan dari satu sumber.
Pengurus akan melakukan pencarian dana secara mandiri untuk mendukung kebutuhan pembinaan dan persiapan atlet.
"Jajaran pengurus berkomitmen pencarian dana mandiri guna membiayai persiapan Kejuaraan Nasional Senior, Babak Kualifikasi (BK) PON, hingga PON 2028," ujar Prof Juni dalam diskusi silaturahmi PODSI Kalteng, Senin malam, 28 September 2026.
Persiapan menuju PON tidak bisa dilakukan secara instan. Atlet membutuhkan program latihan, pemusatan persiapan, kompetisi serta dukungan sarana dan prasarana yang berkelanjutan.
Karena itu pembiayaan menjadi salah satu bagian penting yang harus dipikirkan sejak awal kepengurusan. Pendanaan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan program pembinaan sampai atlet memasuki tahap kompetisi nasional.
Selain persiapan menuju PON, PODSI Kalteng juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ajang tersebut dinilai penting sebagai salah satu pintu masuk penjaringan atlet potensial dari 14 kabupaten/kota.
"Selain itu, PODSI Kalteng juga akan mendukung penuh penyelenggaraan Porprov agar panitia lebih bersemangat dalam bertugas," katanya.
Pengurus inti PODSI Kalteng, Chandra Fuji Asmara mengatakan pengurus juga tengah melakukan pembenahan organisasi, termasuk perombakan terbatas untuk mengganti pengurus yang mengundurkan diri.
Seluruh langkah tersebut akan dimatangkan melalui pertemuan lanjutan pada Oktober. Pengurus berharap hasil konsolidasi dapat segera diwujudkan dalam program nyata untuk mendukung perjalanan atlet Kalteng menuju Kejurnas, BK PON dan PON 2028. (TESTI PRISCILLA)









