SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mendorong pemerintah pusat membantu peningkatan jalan dari Cempaka Mulia Barat menuju Kampung Melayu hingga perbatasan Pagatan sebagai upaya membuka akses wilayah di seberang Sungai Mentaya.

Halikinnor mengatakan usulan tersebut telah dibahas dalam rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Peningkatan jalan dinilai menjadi alternatif untuk membuka konektivitas masyarakat di Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut tanpa harus membangun jembatan Mentaya yang membutuhkan anggaran sangat besar.

"Kita rapat dengan Kementerian PUPR, karena dulu jalan dari Cempaka Mulia Barat itu sampai Kampung Melayu itu kurang lebih panjangnya 90 km. Masyarakat kita khususnya dua kecamatan, Kecamatan Seranau dan Kecamatan Pulau Hanaut itu berada di seberang," kata Halikinnor, Selasa, 29 September 2026.

Ia mengatakan, pembangunan jembatan Mentaya sebelumnya menjadi salah satu harapan untuk menghubungkan wilayah tersebut dengan pusat Kota Sampit. Namun, kebutuhan anggaran yang besar membuat rencana tersebut menghadapi tantangan.

Ia menyebut estimasi pembangunan jembatan yang sebelumnya berada di kisaran Rp860 miliar kini dapat menembus lebih dari Rp1 triliun seiring meningkatnya harga material.

"Memang harapannya dulu membangun jembatan. Tapi membangun jembatan Mentaya yang cukup lebar ini itu memakan anggaran yang sangat besar. Kalau dulu hitungan sekitar 860 miliar, sekarang sudah 1 triliun lebih dengan harga material sekarang. Itu tidak memungkinkan," ujarnya.

Karena itu, Pemkab Kotim kini mendorong opsi peningkatan jalan Cempaka Mulia Barat menuju Kampung Melayu hingga perbatasan Pagatan agar akses darat ke wilayah tersebut dapat terbuka lebih luas.

Halikinnor berharap usulan tersebut dapat mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai terkait di tingkat provinsi.

"Jadi tidak mungkin itu kalau dibangun jembatan. Maka harapan kita ajukan ke pemerintah pusat untuk jalannya saja ditingkatkan sampai ke Kampung Melayu sampai perbatasan Pagatan," jelasnya.

Menurut Halikinnor, peningkatan akses jalan tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.

Ia berharap masyarakat di wilayah Pagatan nantinya memiliki akses yang lebih mudah menuju Sampit untuk memenuhi kebutuhan perdagangan dan belanja.

"Sehingga harapan kita orang Pagatan itu, itu berbelanja seperti saat ini itu ke Sampit. Mudah-mudahan nanti dengan pihak Balai Provinsi, kita dengan Kementerian PUPR, jalan itu bisa dibantu oleh pemerintah pusat," katanya.

Halikinnor menilai pembangunan infrastruktur jalan tersebut dapat menjadi pemicu pertumbuhan kawasan baru. Akses yang semakin terbuka diyakini akan mendorong munculnya permukiman dan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur Cempaka Mulia hingga Kampung Melayu.

"Karena dengan adanya jalan itu maka akses itu akan terbuka dan kiri-kanan itu akan tumbuh, akan tumbuh nanti pemukiman dan tumbuh ekonomi di situ," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)