PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seni dinilai dapat menjadi alat yang dinamis untuk menyampaikan pesan tentang lingkungan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan isu lingkungan dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan berbagai kelompok usia.

Seniman Borneo Art Play, Abdul Khafidz mengatakan seni memiliki ruang yang luas untuk digunakan siapa saja dalam menyampaikan gagasan, termasuk mengenai lingkungan Kalimantan.

“Ketika lingkungan dibawa ke seni, saya meyakini bahwa seni adalah tools yang sangat dinamis dan dapat dilakukan oleh siapapun,” kata Khafidz dalam dialog literasi “Membaca Orangutan, Mengenal Kalimantan: Dialog Literasi untuk Semesta Lestari” pada Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, keberagaman audiens menjadi alasan seni dapat menjadi medium yang efektif untuk mengenalkan isu lingkungan. Peserta atau penikmat seni tidak hanya berasal dari kalangan tertentu.

Ia melihat audiens dalam kegiatan literasi juga sangat beragam, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga masyarakat umum.

“Saya lihat audiens kita sangat beragam, mulai SD,” ujarnya.

Keragaman tersebut membuka ruang bagi penyampaian pesan lingkungan melalui bentuk seni yang disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman masing-masing.

Khafidz menegaskan, siapa pun dapat menjadi bagian dari proses berkesenian. Tidak harus memiliki latar belakang sebagai seniman profesional untuk menuangkan gagasan mengenai lingkungan.

“Siapapun adalah seniman, seni adalah alatnya,” katanya.

Dalam konteks Kalimantan, ia menilai lingkungan sekitar justru menyediakan banyak sumber gagasan untuk diolah menjadi karya. Kekayaan alam dan kehidupan masyarakat dapat menjadi bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Apa yang kita miliki di Kalimantan maka itulah yang sangat bisa diangkat,” ujar Khafidz.

Dengan pendekatan tersebut, isu orangutan, hutan dan lingkungan dapat hadir dalam bentuk karya yang lebih beragam. Seni menjadi ruang untuk memperkenalkan Kalimantan sekaligus membangun kepedulian terhadap apa yang ada di dalamnya.

Khafidz menilai pendekatan seni juga memungkinkan pesan lingkungan menjangkau kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Pesan tidak harus selalu disampaikan dalam bentuk informasi yang formal.

Melalui karya seni, lingkungan dapat dibicarakan dengan bahasa visual, pertunjukan, puisi maupun bentuk ekspresi lainnya yang lebih dekat dengan karakter audiens.(TESTI PRISCILLA)