SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabar duka menyelimuti dunia pers Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tokoh pers sekaligus mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim, H Ruslan Abdul Gani, meninggal dunia pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 08.00 WIB.

H Ruslan Abdul Gani lahir di Banjarmasin pada 2 September 1965. Almarhum dikenal sebagai salah satu wartawan senior yang turut mewarnai perjalanan organisasi PWI Kotim.

Almarhum pernah dipercaya memimpin PWI Kotim pada periode 2004-2007. Kiprahnya tidak hanya dikenang sebagai mantan ketua organisasi wartawan, tetapi juga sebagai sosok senior yang ikut mendorong perkembangan dunia pers di daerah.

Kepergian H Ruslan Abdul Gani meninggalkan duka bagi keluarga, rekan seprofesi dan insan pers yang selama ini mengenal sosoknya.

Bupati Kotim Halikinnor turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum. Ia menyempatkan diri mengunjungi rumah duka disela kesibukannya. 

"Saya tadi ke rumah duka. H Ruslan itu masih ada hubungan keluarga dengan saya. Karena istri H Ruslan itu dengan istri saya sepupu sekali. Jadi tidak hanya hubungan dengan warga, kebetulan juga keluarga dan tetangga saya di sana," kata Halikinnor, Selasa, 29 September 2026.

Halikinnor mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk menghadapi kepergian tersebut.

"Kami turut berduka cita. Mudah-mudahan beliau diampuni segala kesalahannya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan itu mendapat keikhlasan dan kesabaran menghadapi itu. Mudah-mudahan almarhum husnul khotimah," ucapnya.

Duka juga dirasakan wartawan senior Kotim, Pariyanto Marman. Ia mengenang H Ruslan sebagai sahabat sekaligus sosok senior yang memiliki perhatian terhadap perkembangan PWI Kotim.

"Beliau sahabat kami, senior dan turut memajukan PWI Kotim. Beliau mantan ketua PWI yang begitu banyak jejak karyanya," ujar Pariyanto.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah H Ruslan Abdul Gani kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Ketapi 4, Sampit.

Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga dan kalangan pers Kotim. Kiprahnya selama menjadi bagian dari dunia jurnalistik dan PWI Kotim menjadi bagian dari perjalanan pers daerah yang dikenang oleh rekan-rekan seprofesinya. (DEWI PATMALASARI/y)