BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya pada Selasa, 29 September 2026. Kondisi lingkungan terlihat kekuningan, sementara pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih diberlakukan hingga akhir September.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan pelaksanaan PJJ dapat diperpanjang hingga Oktober apabila kondisi kualitas udara belum membaik dan indeks standar pencemar udara (ISPU) masih berada pada kategori berbahaya.
Menurutnya, keputusan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) harus mempertimbangkan kondisi kualitas udara agar kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap terlindungi.
“Kalau kondisi ISPU masih belum normal dan masih berbahaya, maka PJJ tetap dilanjutkan sampai Oktober,” kata Jayani, Selasa, 29 September 2026.
Ia menjelaskan, evaluasi pelaksanaan pembelajaran akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara di Palangka Raya. Dengan demikian, berakhirnya September tidak serta-merta menjadi penanda bahwa siswa akan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.
"Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap Karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Pembelajaran daring menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa selama kualitas udara belum aman," jelasnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan ujar Jayani akan mempertimbangkan perkembangan ISPU sebelum menentukan kelanjutan skema pembelajaran. Jika kondisi udara masih berbahaya, keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah PJJ perlu diteruskan hingga Oktober. (MARINI/Y)









