SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Intrusi air laut mulai memengaruhi produksi air bersih Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sedikitnya tiga titik produksi kini terdampak tingginya kadar salinitas, sehingga menjadi perhatian serius perusahaan daerah tersebut.

‎Direktur Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Ismanadi, mengatakan tiga titik produksi yang terdampak berada di wilayah selatan Kotim, terutama Pulau Lepeh, Pelangsian, serta produksi yang sudah masuk ke kawasan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

‎‎“Jadi tiga titik produksi kita sudah terpengaruh oleh air laut. Terutama yang di Lapeh dan Pelangsian, berikut juga produksi yang sudah masuk ke Tapang,” ujar Ismanadi, Selasa, 29 September 2026.
‎
‎Menurutnya, kadar salinitas pada salah satu sumber produksi bahkan rata-rata telah berada di atas 800. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena air yang didistribusikan harus tetap memperhatikan kelayakan untuk kebutuhan masyarakat.
‎
‎“Itu menjadi konsentrasi kita juga bagaimana mengatasi untuk air yang layak diminum, terutama wilayah selatan,” jelasnya.
‎
‎Meski menghadapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Mentaya tetap menjalankan distribusi air kepada masyarakat. Namun, tingginya kebutuhan air bersih membuat perusahaan menghadapi keterbatasan armada tangki untuk menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
‎
‎“Sampai dengan saat ini distribusi tetap kita jalankan. Namun karena kebutuhannya tinggi, kami keterbatasan armada sebenarnya,” katanya.
‎
‎Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Perumdam berharap adanya dukungan dari pihak swasta. Salah satunya dari Sinar Mas yang diharapkan dapat membantu menyediakan satu hingga dua unit mobil tangki air bersih.
‎
‎“Ada dari Sinar Mas mungkin bisa membantu untuk satu-dua unit tangki air bersih yang bisa kita distribusikan,” harap Ismanadi.
‎
‎Kebutuhan air bersih, lanjutnya, tidak hanya terjadi di wilayah selatan. Sejumlah titik lain juga menjadi perhatian dan telah mendapatkan distribusi air bersih.
‎
‎Salah satunya berada di arah Jalan Sudirman Kilometer 45. Perumdam sebelumnya telah menyalurkan dua tangki air bersih ke lokasi tersebut atas perhatian Kapolres Kotim.
‎
‎“Kebutuhan kami juga masih tinggi karena bukan hanya di selatan. Ada satu titik di arah Sudirman KM 45, kita juga sudah distribusikan kemarin, ada dua tangki, yang 8.000 dan 5.000,” pungkasnya. (DEVI/y)