BORNEONEWS, Palangka Raya — Status orangutan sebagai satwa kebanggaan Indonesia tidak serta-merta membuat kehidupannya aman. Konservator Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Nyaru Menteng, Hermansyah menyebut kondisi orangutan saat ini masih cukup kritis.
Hal tersebut disampaikannya dalam dialog literasi “Membaca Orangutan, Mengenal Kalimantan: Dialog Literasi untuk Semesta Lestari” yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 29 September 2026.
Hermansyah mengatakan orangutan merupakan aset bangsa dan kebanggaan Kalimantan. Namun, kebanggaan tersebut harus dibarengi dengan perhatian terhadap keberadaan satwa langka itu.
“Aset bangsa, kebanggaan Indonesia, kebanggaan Kalimantan. Tetapi apakah orangutan sudah bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri?” ujarnya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut menjadi penting karena orangutan masih berada dalam kondisi yang cukup kritis.
“Namun saat ini cukup kritis kondisinya,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan orangutan tidak cukup hanya ditempatkan sebagai simbol kebanggaan. Dibutuhkan pemahaman yang lebih dekat mengenai kehidupan satwa tersebut.
Hermansyah mengatakan masyarakat perlu mengenal orangutan lebih dekat. Pengenalan menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap satwa yang menjadi bagian dari kekayaan alam Kalimantan itu.
Ketika masyarakat memiliki pengetahuan mengenai orangutan, perhatian terhadap keberadaannya dapat tumbuh dari pemahaman, bukan semata-mata dari informasi bahwa satwa tersebut langka.
Pengenalan juga perlu dilakukan kepada generasi muda. Orangutan dapat diperkenalkan melalui literasi dan berbagai bentuk cerita agar keberadaan satwa tersebut tidak terasa jauh dari kehidupan masyarakat.
Dengan kondisi yang masih kritis, pengetahuan mengenai orangutan menjadi bagian penting dari upaya membangun kepedulian. Kebanggaan terhadap satwa tersebut perlu berjalan bersama kesadaran untuk menjaga keberadaannya.
Melalui literasi, Hermansyah berharap semakin banyak masyarakat mengenal orangutan dan memahami mengapa keberadaan satwa tersebut penting bagi Kalimantan. (TESTI PRISCILLA/y)









