PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus dilakukan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan penyemaian awan menggunakan 800 kilogram garam NaCl.

Penyemaian awan tersebut kembali dilakukan pada Senin, 28 September 2026. Area pelaksanaan OMC diperluas mencakup wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan.

Dalam pelaksanaannya, bahan semai berupa garam ditaburkan pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki menggunakan pesawat jenis Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-YNA.

Perluasan area penyemaian awan tersebut berdasarkan laporan dari Danlanud Iskandar selaku Dansatgasud Karhutla yang diterima Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat.

Wadansatgas Karhutla Kobar sekaligus Kalaksa BPBD Kobar, Samuel, membenarkan adanya pelaksanaan penyemaian awan melalui OMC di wilayah Kobar.

"Kemarin sore, area semai awan melalui OMC sudah berlangsung. Laporan yang kami terima area semai di Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat," ujar Samuel, Selasa, 29 September 2026.

Ia menjelaskan, penyemaian awan melalui OMC merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu penanganan Karhutla. Teknologi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan yang ada untuk dipicu agar menghasilkan hujan.

Hujan yang diharapkan turun nantinya dapat membantu membasahi lahan yang terbakar, sekaligus mengurangi dampak Karhutla dan kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar.

Pelaksanaan OMC menjadi upaya tambahan di tengah penanganan Karhutla yang masih berlangsung. Tim gabungan di lapangan hingga kini terus melakukan pemadaman serta penanganan terhadap titik-titik kebakaran.

Berdasarkan data terakhir BPBD Kobar, luasan lahan yang terbakar sejak Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 2.418 hektare.

Kondisi Karhutla tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Kabut asap mulai mengganggu kualitas udara dan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat apabila terjadi dalam waktu yang panjang.

"Beberapa hari terakhir ini, hujan sudah mulai turun di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya, tentu ini membantu proses penanganan Karhutla," pungkasnya. (DANANG/j)