SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Krisis air bersih di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini meluas hingga tiga desa akibat kemarau panjang.

Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah mengatakan, tiga desa yang kini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yakni Desa Bapanggang, Desa Bapeang dan Desa Bangkuang Makmur.

Desa Bapanggang dan Bapeang sudah mengalami kondisi tersebut hampir satu bulan. Sementara Bangkuang Makmur baru sekitar dua pekan terakhir terdampak.

"Untuk Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kemarin awalnya ada dua desa, sekarang menjadi tiga desa, yaitu sampai ke Bangkuang Makmur sekarang sudah mulai," kata Irpansyah, Rabu, 30 September 2026.

Ia menjelaskan, kondisi bantuan air dari Perumdam Tirta Mentaya di wilayah Ketapang juga dipengaruhi waktu pengambilan air baku. Pada siang hari, pengambilan air tidak dapat dilakukan karena kondisi sumber air yang tidak memungkinkan.

Sementara pada malam hari, kondisi air kembali normal sehingga pengambilan air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dilakukan pada waktu tersebut.

"Untuk suplai dari PDAM-nya yang ada di Ketapang, menurut keterangan yang disampaikan oleh pimpinan PDAM kemarin bahwa untuk suplai pengambilan air pada saat siang hari itu tidak bisa diambil. Tetapi pada malam hari kondisi air kembali normal. Jadi makanya untuk suplai ke masyarakat itu pengambilan airnya pada saat malam hari," ujarnya.

Irpansyah menambahkan, kondisi di Bangkuang Makmur tergolong baru dibandingkan dua desa lainnya. Desa tersebut mulai mengalami kendala pasokan air sekitar dua minggu terakhir.

Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air masyarakat menjadi tantangan di tengah kemarau yang masih berlangsung. Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi air dan kebutuhan warga di wilayah terdampak. (DEWI PATMALASARI/R)