BORNEONEWS, Palangka Raya - UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPB-TPH) menerapkan sejumlah strategi diseminasi untuk memastikan teknologi perbenihan dapat diterapkan dengan baik.
Kepala Seksi Perbanyakan Benih Tanaman Hortikultura, Goalter Zoko, menjelaskan strategi tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis dan pelatihan berupa praktik pembuatan soil block, teknik penangkaran benih dan budidaya tanaman.
“Diseminasi juga dilakukan melalui Praktik Kerja Lapang bagi siswa SMK Pertanian serta mahasiswa magang sebagai sarana transfer teknologi dan peningkatan kompetensi,” ujar Goalter Zoko dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.
Selain melalui praktik kerja lapang, diseminasi dilakukan melalui Demonstrasi Plot atau Demplot berupa penanaman percontohan teknologi dan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi di lahan balai.
Melalui Demplot, masyarakat dan petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi serta hasil varietas unggul yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.
Kepala UPT BPPB TPH, Isnawati, menyampaikan diseminasi teknologi pada unit kerjanya mengacu pada Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 44 Tahun 2017 Pasal 16.
Menurutnya, penyebarluasan hasil inovasi, metode, informasi dan teknologi perbenihan kepada pengguna serta pemangku kepentingan dilaksanakan melalui pembelajaran, praktik lapangan, demonstrasi, konsultasi dan pendampingan.
Diseminasi mencakup pengenalan teknologi produksi dan pengelolaan benih bermutu, teknik perbanyakan tanaman, pemeliharaan sumber benih serta pengendalian mutu.
Penerapan teknologi tersebut ditujukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan kepada petani, penangkar benih, akademisi, pelajar atau mahasiswa dan masyarakat. (HERMAWAN DP/R)









