BORNEONEWS, Palangka Raya - Kualitas udara di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah berada pada level berbahaya akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski jumlah kejadian kebakaran harian tercatat menurun.
Berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pukul 15.00 WIB, Selasa 29 September 2026, nilai ISPU tercatat 688 di Kabupaten Barito Selatan, 391 di Kotawaringin Timur, 338 di Murung Raya, 337 di Kapuas, 321 di Palangka Raya (stasiun pemantau bergerak BPBD), dan 313 di Gunung Mas.Seluruh angka tersebut berada di atas ambang batas 300, yang menurut kategori ISPU termasuk level berbahaya.
Parameter kritis yang tercatat di sebagian besar stasiun adalah PM2,5, partikel halus yang berasal dari asap pembakaran hutan dan lahan.
Kondisi ini diperparah dengan menurunnya jarak pandang di beberapa wilayah. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang di Palangka Raya tercatat hanya 0,2 kilometer. Seluruh titik pantau BMKG di Kalteng mencatat kondisi cuaca berasap.
BMKG Kalteng mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan penutup wajah atau masker ketika berada di luar rumah.
Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang tua usia lanjut, serta masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan diminta mendapat perlindungan lebih.
Dampak kesehatan mulai terlihat dari data kasus penyakit mingguan. Pada minggu V September 2026, tercatat 6.579 kasus ISPA dan 1.076 kasus diare di Kalimantan Tengah.
Secara akumulasi sejak awal tahun, kasus ISPA di Kalteng telah mencapai 104.782 kasus dan diare 24.563 kasus.
Di tengah kondisi tersebut, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah tetap mengerahkan 13.744 personel gabungan untuk penanganan karhutla.
Sementara 169 lokasi rumah oksigen dan 223 sekolah yang menjalankan pembelajaran jarak jauh tetap disiagakan sebagai bagian dari antisipasi dampak kabut asap.
Masyarakat diharapkan tidak lengah meski data kebakaran harian menunjukkan penurunan, karena dampak pencemaran udara bersifat kumulatif dan membutuhkan waktu untuk mereda meski sumber kebakaran telah berkurang. (HERMAWAN DP/R)









