PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kemarau menjadi salah satu kendala dalam penyaluran bantuan pangan dari Presiden di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi sungai yang mulai surut membuat kapasitas angkut perahu yang digunakan Bulog ikut berkurang drastis.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana mengatakan, jalur sungai menjadi salah satu akses penting untuk mendistribusikan bantuan pangan ke sejumlah daerah.

Namun, kondisi sungai yang menyusut membuat proses pengangkutan bantuan tidak lagi dapat dilakukan seperti dalam kondisi normal.

“Biasanya kami menggunakan perahu dengan kapasitas hingga 4 ton. Namun, karena sungai mulai surut, perahu hanya bisa membawa beban sekitar 200 kg saja,” jelas Erwin kepada Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.

Penurunan kapasitas angkut tersebut berdampak langsung terhadap waktu distribusi. Petugas harus melakukan perjalanan berulang kali untuk membawa bantuan ke wilayah tujuan. “Akibatnya, petugas harus bolak-balik sehingga memakan waktu lebih lama,” ujarnya.

Tidak hanya menggunakan perahu dengan kapasitas terbatas, Bulog juga harus mencari jalur alternatif ketika sungai sudah tidak memungkinkan untuk dilalui.

Pada sejumlah titik, distribusi terpaksa dilakukan menggunakan mobil berukuran kecil hingga sepeda motor.

“Bahkan, di beberapa titik di mana jalur sungai sama sekali tidak bisa dilewati, kami harus melakukan lansir menggunakan mobil-mobil kecil hingga sepeda motor,” ungkap Erwin.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kecepatan penyaluran bantuan pangan yang saat ini baru mencapai sekitar 60 persen.

Wilayah yang paling banyak mengandalkan jalur sungai antara lain Kecamatan Katingan Hulu, Bukit Raya dan Mendawai di Kabupaten Katingan.

Sementara di Kabupaten Murung Raya, kendala serupa terjadi di Kecamatan Laung Tuhup dan Sumber Barito. Bulog terus melakukan penyesuaian pola distribusi agar bantuan tetap dapat sampai kepada penerima.(TESTI PRISCILLA)