BORNEONEWS, Palangka Raya - Isu orangutan tidak hanya hadir dalam diskusi konservasi. Di Kalimantan Tengah, satwa tersebut juga menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya puluhan karya seni.
Seniman Borneo Art Play, Abdul Khafidz mengatakan pihaknya telah mengembangkan sejumlah karya yang mengangkat tema orangutan. Bahkan, kegiatan terbaru mereka diwujudkan melalui Festival Orangutan Borneo.
“Kami sudah membuat lima karya mengenai orangutan,” kata Khafidz kepada Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.
Menurutnya, karya-karya tersebut menjadi bagian dari upaya membawa isu lingkungan ke ruang seni. Orangutan dipilih karena merupakan salah satu bagian penting dari identitas dan kekayaan alam Kalimantan.
Khafidz mengatakan Festival Orangutan Borneo menjadi salah satu ruang yang mempertemukan isu konservasi dengan kreativitas masyarakat.
Dalam festival tersebut, lahir lebih dari 80 karya dari Kalimantan Tengah. Karya-karya itu hadir dalam berbagai bentuk ekspresi seni.
“Bahkan yang terbaru kami laksanakan Festival Orangutan Borneo, lahir lebih dari 80 karya dari Kalteng melalui puisi, ilustrasi dan sebagainya,” ujarnya.
Keberagaman karya tersebut menunjukkan bahwa isu orangutan dapat diterjemahkan melalui berbagai bentuk seni. Tidak hanya melalui satu jenis karya, tetapi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan dan kreativitas pembuatnya.
Khafidz meyakini seni merupakan alat yang dinamis dan dapat dilakukan oleh siapa pun. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membawa isu lingkungan ke ruang kreatif.
Menurutnya, apa yang dimiliki Kalimantan dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Lingkungan, satwa, hutan dan kehidupan masyarakat dapat diangkat menjadi karya yang memiliki kedekatan dengan daerah sendiri.
Karya-karya tersebut sekaligus membuka cara lain bagi masyarakat untuk mengenal orangutan. Informasi mengenai satwa dapat hadir melalui puisi, ilustrasi dan berbagai bentuk ekspresi seni lainnya.
Dengan demikian, seni tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka ruang perjumpaan antara masyarakat, budaya, lingkungan dan upaya mengenal orangutan.(TESTI PRISCILLA)









