PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Data penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menunjukkan tren penurunan signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Namun demikian, akumulasi luas kebakaran dan jumlah kejadian bencana sejak awal tahun terus bertambah.

Berdasarkan data harian BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah per Selasa, 29 September 2026, tercatat 2.393 titik hotspot, turun dari 3.096 titik pada 27 September 2026.

Luas kebakaran dalam 24 jam terakhir juga turun tajam dari 288,46 hektare menjadi 86,31 hektare, sementara jumlah kejadian karhutla turun dari 70 menjadi 65 kejadian.

Wilayah dengan hotspot terbanyak pada 29 September adalah Kapuas (677 titik), Pulang Pisau (476 titik), dan Barito Selatan (232 titik).

Sementara itu, luas terbakar terbesar tercatat di Kapuas (20,1 hektare), Barito Selatan (17,9 hektare), dan Pulang Pisau (15,5 hektare). Adapun kejadian karhutla terbanyak dalam satu hari terjadi di Kotawaringin Timur dengan 19 kejadian.

Meski data harian menurun, akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan sejak 1 Januari hingga 29 September 2026 terus bertambah, dari 14.856,46 hektare menjadi 15.075,72 hektare, atau bertambah 219,26 hektare hanya dalam dua hari. Jumlah kejadian karhutla akumulatif juga naik dari 4.446 menjadi 4.577 kejadian.

Total kejadian bencana di Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2026 turut bertambah dari 4.684 menjadi 4.816 kejadian, dengan jumlah warga terdampak naik dari 68.667 jiwa menjadi 68.680 jiwa. Jumlah korban jiwa tercatat tetap, yakni 13 orang luka/sakit dan 1 orang meninggal dunia.

Dampak kerusakan akibat bencana turut bertambah, di antaranya rumah rusak berat naik dari 216 menjadi 217 unit dan kebakaran pemukiman naik dari 127 menjadi 128 kejadian. 

Sementara itu, jumlah bangunan rusak sedang, rusak ringan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, jalan, dan jembatan yang terdampak tercatat tidak berubah dari data sebelumnya.

BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah tetap mengerahkan 13.744 personel gabungan dalam penanganan karhutla, dengan 46 kasus penegakan hukum tercatat hingga 29 September 2026, bertambah satu kasus dari data dua hari sebelumnya.

Harapan penurunan lebih lanjut muncul dari prakiraan BMKG yang memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah pada periode 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Namun masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, mengingat akumulasi kerugian akibat karhutla di Kalteng terus bertambah selama musim kemarau masih berlangsung. (HERMAWAN DP/R)